Pelatihan Pemetaan Potensi Kebencanaan & Sosial Ekonomi
Kelestarian juga perlu diusahakan pada konteks kebencanaan. Seluruh pemangku kepentingan perlu bersinergi untuk mengasah keterampilan agar lebih bijak dalam pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana sebagai upaya penanggulangan yang komprehensif untuk menyelaraskan kembali keberlanjutan sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Materi yang Diajarkan Selama Pelatihan Pemetaan Potensi Kebencanaan & Sosial-Ekonomi

Pemetaan Potensi Kebencanaan
- Identifikasi jenis-jenis potensi bencana: Seperti bencana alam (gempa, tsunami, banjir, kekeringan, tanah longsor) dan bencana non-alam (pandemi, kebakaran hutan, dll).
- Prinsip-prinsip mitigasi bencana: Upaya untuk mengurangi risiko, dampak, dan kerugian akibat bencana.
- Teknik pemetaan kebencanaan: Menggunakan SIG untuk memetakan potensi risiko bencana di suatu wilayah (seperti pemetaan zonasi rawan bencana, lokasi evakuasi, infrastruktur kritis).
- Identifikasi dan analisis kerentanannya: Melakukan analisis kerentanannya terhadap bencana berdasarkan data geografis.
- Pemantauan dan sistem peringatan dini: Menggunakan teknologi untuk memantau dan memberi peringatan dini terhadap potensi bencana.

Meningkatkan Pemahaman
- Pemetaan distribusi sumber daya: Mengidentifikasi daerah yang memiliki sumber daya ekonomi terbatas atau membutuhkan perhatian lebih dalam konteks pembangunan sosial ekonomi.
- Analisis dampak sosial-ekonomi dari bencana: Menganalisis bagaimana bencana dapat mempengaruhi ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat.
- Pemetaan kebutuhan pembangunan dan pemulihan: Menggunakan data sosial-ekonomi untuk merencanakan pemulihan pasca bencana dan merancang pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
- Pemetaan peluang pengembangan program untuk mewujudkan resiliensi masyarakat secara sosial-ekonomi pada konteks kebencanaan
Tujuan Pelatihan
Meningkatkan pemahaman tentang potensi kebencanaan
Menyadarkan peserta mengenai berbagai jenis bencana alam (seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan longsor) serta dampak sosial dan ekonominya.
Mengembangkan keterampilan dalam pemetaan
Mengajarkan peserta cara menggunakan berbagai alat dan teknik pemetaan, termasuk pemetaan berbasis teknologi seperti SIG (Sistem Informasi Geografis), dalam konteks kebencanaan dan sosial ekonomi.
Meningkatkan kapasitas dalam mitigasi bencana
Membekali peserta dengan keterampilan dalam merencanakan dan melaksanakan upaya mitigasi yang dapat mengurangi risiko dan dampak bencana.
Mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis risiko
Membantu dalam merancang kebijakan atau proyek pembangunan yang mempertimbangkan faktor risiko bencana dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat setempat.
